Manajemen Pemasaran Jasa

Dalam manajemen pemasaran jasa (services) terdapat faktor karakteristik unik jasa yang berbeda dari pemasaran produk (goods). Keunikan karakteristik jasa dibandingkan produk terletak pada sifat : intangibility, inseparability, variability, dan perishability. Intangibility merupakan sifat jasa yang tidak berwujud dan diterima konsumen sebagai performance yang hanay dapat dirasakan. Inseparability mencerminkan tidak terpisahkannya antara provider dan konsumennya, keterlibatan konsumen dalam proses delivery jasa dalam production process. Variability menunjukkan bahwa performance jasa sangat sulit untuk dikontrol dan sangat bersifat relative baik dari output provider maupun persepsi penerimaan kosumen perishability merupakan salah satu keterbatasan jasa, mengingat proses dan penggunaan dilakukan dalam waktu bersamaan dan tidak memungkinkan dilakukan penyimpanan.

Karakteristik manajemen pemasaran jasa juga bersifat lock of ownership, yang merupakan perbdaan mendasar dibandingkan goods, jasa tidak memungkinkan dimiliki secara permanen dan pribadi oleh konsumen. Kepemilikian dan akses berjangka pada manfaat non-ownership, mencipatakan system keanggotaan (membership) untuk mengasosiasikan dengan kepemilikan dan pemberian system intensif dengan adanya system reservasi dan fasilitas prioritas. Penyajian jasa juga memberikan tingkat penerimaan yang tidak sama dari masing-masing konsumen (heterogeneous), karena output jasa sangat bersifat virtually unique. Untuk menjaga service capacity pada tingkat yang konstan dan tingkat kepuasan yang tinggi akan sangat mahal biayanya. Oleh sebab itu, market tranparancy menjadi penting untuk memberikan informasi secara rinci dan jelas, comparable, dan tersedia bagi konsumen yang memerlukan.

Manajemen pemasaran jasa, meskipun intangible, namun dalam upaya memberikan pemenuhan kebutuhan dan kepuasan konsumen, jasa dikemas dalam empat komponen utama, yaitu service deliveru, service prodict, service environment, dan physical product. Service delivery merujuk pada kejadian sesungguhnya yang dialami konsumen saat membeli jasa Service product merupakan hasil nyata dan perwujudan dari working plan. Keterjaminan sustained high-quality service delivery merupakan tanggung jawab manajemen secara terus menerus, termasuk kegiatan training, motivating, dan monitoring yang berksinambungan untuk mempertahankan tingkat customer satisfaction. Service product menggambarkan care performance yang dibelo oleh konsumen dengan harapan hasilnya (outcome) sesuai dengan keinginannya termasuk di dalam pengalaman dan transfer dalam interaksi dengan physical goods dan people dari penyedia jasa.

Service environment merupakan physical backdrop yang berada disekitar penyampaian jasa dan sering disebut servicescape. Service environtment juga seringkali menunjukkan kelas segmentasi dan tanda untuk positioning perusahaan. Terdapat tiga distinctive elements terkaitdengan service environtment, yaitu ambient conditions, the spatial layot serta the signs and symbols.

Sifat-sifat khusus jasa menyebaban perlunya perlakuan khusus pemasaran jasa yang antara lain sangat bergantung pada selera, kualitas jasa (yang sangat bergantung pada penyedia jasa dan benda berwujud (perlengkapan)) perkembangan industry jasa (yang dipengaruhi oleh tingkat kepadatan penduduk), jasa tidak dapat disimpan, dan dimana saluran distrubusi tidak berperan penting.

Anda ingin mendapatkan materi di atas secara full content???, Anda bisa bergabung di Layanan Membership Kumpulan Tugas akhir / skripsi, Tesis, Tugas Kuliah Secara Online dan Full Content. Klik banner di bawah ini:

Share Your Thoughts